Penduduk di dunia mengalami pertumbuhan yang pesat pada akhir abad ke 19. Namun pertumbuhan penduduk tersebar tak merata. Ada beberapa negara yang pertambahannya cepat dan ada pula yang lambat. Indonesia merupakan salah satu negara yang pertumbuhannya cepat. Alhasil dengan pertumbuhan penduduk yang cepat menyebabkan jumlah penduduk Indonesia sekarang ini berada di posisi empat terbesar di dunia. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan data statistik hasil sensus penduduk Indonesia berjumlah 237.641.326 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 1.49 persen pertahun.

Sumber : databoks.katadata.co.id

Data statistik proyeksi BPS pada tahun 2016 lalu jumlah penduduk Indonesia mencapai Indonesia sebanyak 258 juta jiwa. Proporsi penduduk terdiri dari laki-laki 128.98 juta jiwa dan jenis kelamin perempuan 128.71 jiwa. Masih menurut BPS, penduduk Indonesia saat ini lebih di dominasi oleh umur produktif dengan rentang usia antara 15-34 tahun. Kondisi menunjukkan bahwa Indonesia telah memasuki era bonus demografi, dimana kelebihan penduduk bisa dimanfaatkan untuk peningkatan pembangunan dan perkembangan ekonomi. Diperkirakan era bonus demografi akan mencapai puncaknya antara tahun 2025 sampai 2030 nanti.

Bonus demografi akan sangat menguntungkan bagi perkembangan ekonomi jika diberdayakan dengan baik. Salah satu caranya adalah meningkatkan kualitas penduduk Indonesia dengan pendidikan. Di era globalisasi kualitas penduduk sangat penting agar dapat bersaing dengan negara lain. Perbaikan kualitas penduduk bertujuan agar penduduk bekerja dengan pendidikan tinggi meningkat.

Sumber : databoks.katadata.co.id

Penduduk bekerja saat ini masih banyak yang memiliki pendidikan rendah. Statistik Indonesia memperlihatkan penyerapan tenaga kerja pada Agustus tahun 2016 masih didominasi oleh penduduk dengan pendidikan sekolah dasar sebanyak 49.97 juta jiwa dan sekolah menengah pertama sebanyak 21.36 juta jiwa. Penduduk bekerja dengan pendidikan tinggi sebanyak 14,50 juta orang meliputi lulusan diploma sebanyak 3,41 juta jiwa (2,88 persen) dan lulusan universitas sebanyak 11,09 juta jiwa (9,36 persen).

Pemerintah perlu membuat kebijakan yang mengutamakan pendidikan. Sumber dana APBN yang sebanyak 20% jumlah APBN tentu tidak akan memudahkan untuk membuat program yang baik. Pemerintah pernah mencanangkan program wajib belajar 9 tahun yang sukses mendorong penduduk untuk mengeyam pendidikan sampai tingkat SMP. Sekarang ini diperlukan lebih dari itu, pemerintah perlu membuat program wajib belajar 12 tahun atau bahkan sampai perguruan tinggi dengan banyak beasiswa.

Sumber : databoks.katadata.co.id

Program wajib belajar 12 tahun menjadi  suatu kebijakan yang ditawarkan pemerintah untuk memperbaiki sektor pendidikan di Indonesia. Program ini akan memiliki efek yang besar dengan menggratiskan pendidikan sampai jenjang SMA. Pendidikan gratis sampai jenjang SMA atau bahkan sampai pergurutan tinggi sangat diperlukan oleh penduduk miskin. Saat ini sekitar 52% penduduk miskin hanya menamatkan pendidikan sampai SD/SMP.  Hanya 16.7 persen penduduk yang sampai berpendidikan sampai ke tingkat SMA atau yang lebih tinggi. 31 persen penduduk lainnya tidak mampu menempuh pendidikan sekolah dasar. Beasiswa sangat diperlukan penduduk miskin untuk menempuh pendidikan agar memperbaiki kualitas sosial ekonomi masyarakat dan mengurangi persebaran penduduk miskin di Indonesia

Kebijakan pendidikan lainnya yang perlu digalakkan pemerintah untuk menyongsong era puncak bonus demografi adalah memperbanyak sekolah vokasi. Sekolah vokasi yang di Indonesia dijalankan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sangat efektif untuk menyiapkan penduduk bekerja yang memiliki kemampuan khusus dan lulusannya langsung siap bekerja. Kurikulum sekolah vokasi yang lebih banyak praktek daripada teori akan mengasah kemampuan mereka untuk terjun langsung di lapangan kerja. Tapi karena kurangnya lapangan kerja yang ditawarkan , harapan untuk langsung bekerja bagi lulusan SMK tidak sesuai. Banyak penggangguran terbuka lulusan SMK dibandingkan tingkat lain. Pemerintah perlu mendorong dunia usaha untuk merekrut pekerja dari lulusan SMK lebih banyak lagi. Selain melalui SMK pemerintah dapat menghasilkan penduduk bekerja terampil dengan pendidikan-pendidikan luar sekolah lainnya

Sumber : databoks.katadata.co.id

Indonesia bisa menjadi raksasa ekonomi dunia pada tahun 2030 jika mampu memperdayakan penduduk dengan baik.  Potensi Indonesia untuk menjadi raksasa ekonomi dunia besar karena penduduk umur produktif yang banyak dan pertumbuhan investasi yang terus meningkat. Jika pertumbuhan ekonomi dijaga secara konsisten oleh pemerintah bukan mustahil pada tahun 2030 ekonomi Indonesia akan menduduki peringkat 6, hampir setara dengan ekonomi Tiongkok dan India

Sumber:

sumber data utama di situs DATABOKS (http://databoks.katadata.co.id/).

Indonesia masuk bonus demografi