Dulu kalau orang ditanya tentang oleh-oleh makanan yang khas dari jogja pasti jawabannya bakpia. Nah sekarang ada lagi oleh-oleh khas jogja yang baru dan kekinian namanya jogjascrummy. Momment Ramadhan terakhir saat ini, adalah saat yang cocok untuk membawa oleh-oleh pulang untuk keluarga yang ada di rumah. Terutama buat anak perantauan yang mau pulang ke daerah biasanya ditanyain mana oleh-olehnya. Daripada bosen bawa bakpia terus mending yang satu ini biar lebih kekinian.

Apa itu Jogjascrummy?

Jogjascrummy didirikan oleh Dude Harlino pada 23 Juni 2016, satu tahun yang lalu. Saat peresmian jogjascrummy dihadiri oleh Dude Harlino dan Pak Martin. Kebetulan saya juga subscriber Pak Martin, dia merupakan youtuber asal Amerika Serikat yang sering membuat video tentang Indonesia, terutama jogja. Kebetulan di grup komunitas blogger jogja ada undangan untuk review jogjascrummy ini sekaligus bukabersama. Karena tertarik saya ikut daftar walaupun Pak Dude Harlino tidak datang. Acara buka bersama diselenggarakan di de Kendhil Resto. Lokasinya di Jakal km 5 tidak terlalu jauh dari outlet pertama jogjascrummy di jakal km 5.5. Sebelum buka bersama Bu Widya mengisi acara dengan menjelaskan tentang produk oleh-oleh khas jogja, jogjascrummy.

Outlet Jogjascrummy pertamakali dibuka di jalan kaliurang km 5.5. Tepat di sebelah kanan samping Hotel Cakra Kembang. Sekarang ini jogjascrummy telah memiliki 4 outlet yang tersebar dijogja. Selain di jakal ada outlet jogjascrummy lainnya yaitu di Outlet Malioboro, di Jalan Brigdjen Katamso, dan di Jalan Adisucipto. Jogjascrummy juga turut andil dalam meningkatkan perekonomian masyarakat jogja. Hal ini dibuktikan dengan jogjascrummy yang merekrut masyarkat desa nanggulan, kulonprogo untuk bekerja sama. Dari 120 orang karyawan jogjascrummy kebanyakan merupakan warga jogja. Selain itu di outlet jogjascrummy juga ikut membantu UMKM di jogja untuk mempromosikan produknya dengan menempatkannya di semua outlet jogjascrummy.

Jogjascrummy tidak menggunakan bahan pengawet. Dengan tepung nongluten sangat baik sekali untuk dikonsumsi semua kalangan

 

Jogjascrummy termasuk makanan yang sehat lho. Dengan tanpa pengawet dan bahan dari tepung kentang yang nongluten membuat makanan ini cocok untuk semua kalangan. Namun karena tanpa bahan pengawet produk jogjascrummy hanya dapat bertahan selama 3 hari di suhu kamar dan 5 hari di lemari pendingin. Jogjascrummy memiliki 11 varian terdiri dari varian jogjascrummy reguler ada 6 varian yaitu Cheese, Chocolate, Mangga, Srikaya, Taro (talas), dan Caramel. Lalu ada juga premium carrot cake yang berbahan wortel ada 5 varian yaitu Frozting Cheese, Caramel, Peanut, Cheese, dan Chocolate. Dan mungkin akan ada varian-varian lain nantinya.

Saya kebetulan mencoba mencicipi varian Taro dan cheese. Keduanya rasanya enak tapi saya lebih suka yang varian Taro karena mungkin lidah Jawa jadi suka makanan dengan bahan dari umbi talas ini. Manisnya pas, toping diatas dipadukan dengan lembutnya roti dibawah cukup memanjakan lidah bagi yang menikmatinya. Selain itu saya juga membawa pulang premium carrot cake yang varian Caramel untuk keluarga di rumah. Kata ayahnya saya sih itu terlalu manis, mungkin karena ada caramel yang bahannya dari gula. Tapi keseluruhan rasanya enak dan keluarga saya suka sampai habis sebelum masa berlakunya habis.

Ingat Jogja, ingat Jogja Scrummy

Nah buat teman-teman yang bingung mau bawa oleh-oleh apa nantinya dari jogja pas pulang mudik ke kampung halaman jogjascrummy bisa menjadi pilihan yang pas.  Karena jogjascrummy eksclusif hanya ada di Jogja jadi sangat cocok dibawa sebagai oleh-oleh ciri khas dari Jogja. Walaupun mudiknya pas hari lebaran pun outlet jogjascrummy masih buka kok. Jadi tidak perlu khawatir nanti kalau kalian pulang sudah tidak enak, tapi saran saya belinya pas mendekati pulang saja karena kuenya tanpa bahan pengawet sehingga tidak terlalu tahan lama. Silahkan ke outlet jogjascrummy terdekat untuk bawa pulang, atau bisa pesan lewat ojek online.